Pengantar

Sumbing pada bibir atau lelangit (Cleft lip or palate, CLP) merupakan kelainan bawaan lahir nomor empat tersering di dunia dan merupakan kelainan bawaan lahir pada wajah yang tersering. Di Indonesia, insiden bibir sumbing terjadi sekitar 2 di setiap 1000 kelahiran bayi. Separuh dari populasi bayi yang memiliki sumbing bibir juga memiliki kelainan wajah yang lebih luas.
Hingga saat ini, belum ada teknologi kedokteran yang mampu untuk mence- gah kelainaan bawaan lahir. Meski demikian, sebagian besar gangguan bicara dan tampilan sik yang terjadi akibat sumbing dapat diperbaiki dengan kerja sama berbagai disiplin ilmu. Agar dapat melakukan pelayanan yang terbaik bagi bayi sumbing, seluruh tim profesional, dari dokter umum hingga dokter spesialis sesuai disiplin ilmu masing-masing harus mengetahui manajemen bayi sumbing.
CCC RSCM-FKUI diharapkan menjadi pusat penelitian, pusat pendidikan, dan pusat rujukan nasional untuk bibir dan lelangit sumbing dan kelainan craniofacial lainnya

Profil

Pada tahun 1993, staf Divisi Bedah Plastik RSCM-FKUI, dr. Sidik Setiamihardja, SpB, SpBP-RE (K), dr. Bisono, SpB, SpBP-RE (K), dr. Herwandar Sastrasupena , SpB, SpBP-RE (K) (alm), dr. Imam Susanto, SpB, SpBP-RE (K), dr. Gentur Sudjatmiko, SpB, SpBP-RE (K), dan Prof. dr. Chaula L. Sukasah, SpB, SpBP-RE (K), bersepakat menyisihkan 60% dari jasa medis yang diterima. Dana tersebut dikumpulkan secara kolektif selama empat tahun sampai dengan tahun 1997. Dari dana tersebut didirikan Poli Swadana Bedah Plastik di RSCM.

Sebagai tambahan dana, dr. Imam Susanto, SpB, SpBP-RE (K), selaku Kepala Unit Cendrawasih – RSCM, meminjam dana dari Unit Cendrawasih yang digunakan untuk pembangunan Kamar Operasi ODC (One Day Care) Swadana Bedah Plastik, Ruang Perawatan Swadana Bedah Plastik, dan renovasi gedung Unit Luka Bakar yang mulai beroperasi tahun 1999. Dalam kurun waktu dua tahun (sampai dengan tahun 2001), dana pinjaman tersebut dapat dikembalikan dari hasil pemasukan Kamar Operasi, Poli dan Ruang Perawatan Swadana Bedah Plastik.

Kamar Operasi ODC (One Day Care) Swadana Bedah Plastik berhasil menjalankan aktivitas yang mengakomodasi keperluan materi pendidikan dan penelitian untuk peserta program pendidikan spesialis bedah plastik. Selain itu dapat memberi pemasukan yang cukup bermakna untuk RSCM. Tahun 2010 Kamar Operasi, Poli dan Ruang Perawatan Swadana Bedah Plastik, serta ULB dibongkar karena diperlukan pengembangan pelayanan Departemen Radioterapi. Sebagai gantinya dan sebagai penghargaan atas kinerja Divisi Bedah Plastik, maka Divisi Bedah Plastik diberikan kepercayaan untuk mengelola unit yang lebih besar, yaitu Cleft & Craniofacial Center (CCC) dan Unit Pelayanan Khusus Luka Bakar (ULB) di gedung yang baru (gedung CMU 3 lantai 2) dengan fasilitas yang lebih lengkap termasuk dua kamar operasi CCC, satu kamar operasi ULB, dan ruang perawatan ICU ULB selain poliklinik CCC dan ruang perawatan ULB.

Sebenarnya Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI sudah mulai aktif memberikan pelayanan multidisiplin untuk pasien dengan sumbing bibir dan kelainan craniofacial lainnya sejak tahun 1987 dan mengalami perkembangan pesat sejak tahun 2000.

Tahun 2005 mulai terbuka kesempatan untuk mengikuti pendidikan tambahan bagi dokter dan tenaga medis di RSCM untuk mengikuti fellowship ke Chang Gung Memorial Hospital, Taoyuan, Taiwan, untuk mendalami bidang craniofacial. CCC sudah mengirim dua orang spesialis bedah plastik, satu orang ortodontis, satu orang spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, satu orang spesialis anestesi anak, satu orang perawat gigi, satu orang tekniker gigi ke Chang Gung Memorial Hospital, Taoyuan, Taiwan. Selain itu CCC juga sudah mengirim satu orang spesialis bedah plastik untuk mengikuti pendidikan tambahan di bidang craniofacial ke Seattle Children’s Hospital, USA dan Erasmus MC-Sophia Children’s Hospital, Rotterdam, Belanda. Serta satu dokter spesialis bedah plastik ke Die Klinik für Mund-, Kiefer- und Gesichtschirurgie / Klinische Navigation Campus Virchow-Klinikum der Charité – Universitätsmedizin, Berlin, Jerman.

Sejak tahun 2015 CCC mulai menjalin kerja sama dengan Sahlgrenska University Hospital, Gothenburg, Swedia di bidang pelayanan multidisiplin untuk pasien bibir dan lelangit sumbing. Kerja sama ini meliputi kerja sama dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Diharapkan dengan adanya kerja sama 

internasional ini, ‘Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’ dapat lebih mengembangkan pelayanan multidisiplin dan memberikan yang terbaik untuk pasien cleft dan kelainan craniofacial lainnya di Indonesia.
Tim bedah plastik RSCM juga menerbitkan tulisan ilmiah baik dalam bentuk buku maupun jurnal nasional (salah satunya adalah Jurnal Plastik Rekonstruksi (JPR) (www.jprjournal.com) dan internasional.

Cleft & Craniofacial Center RSCM-FKUI mengedepankan pelayanan sejak dini, multi dan interdisiplin, sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan serta berkesinambungan. Tim multidisiplin Cleft & Craniofacial Center RSCM-FKUI terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Plastik, Dokter Gigi Spesialis Orthodonti, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis THT, Dokter Spesialis Bedah Saraf, dan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa.

Produk Layanan Unggulan

  1. Bedah Plastik: Pelayanan multidisiplin cleft, craniomaxillofacial trauma, free fibula flap untuk rekonstruksi maksila dan mandibular, craniosynostosis, microtia, distraction osteogenesis, orthognatic surgery, kelainan kongenital craniofacial lainnya
  2. Orthodonti: Nasoalveolar Molding (NAM), hotz plate, facemask, quadhelix
  3. Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi: speech assessment, speech therapy, feeding assessment, laser
  4. THT: OAE, BERA, Audiometri, Timpanometri, Palatometri, Nasofaringoskopi, Fiber- optic Endoscopic
  5. Evaluation of Swallow- ing (FEES)
  6. Kesehatan Jiwa: Penilaian Psikologis dan terapi yang berkesinambungan untuk pasien dan keluarga

CCC juga mulai membuat inovasi-inovasi berupa:

  1. Nostriloo, nasal retainer inovasi produksi sendiri
  2. Titanium miniplate dan screw, inovasi dalam tahap pengembangan bekerja sama dengan tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Tim Layanan Unggulan

  1. dr. Imam Susanto, SpB, SpBP-RE (K)
  2. dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (K)
  3. dr. Prasetyanugraheni Kreshanti, SpBP-RE (K)
  4. dr. Siti Handayani, SpBP-RE (K)
  5. dr. Luh Karunia Wahyuni, SpKFR (K)
  6. dr. Rizky Kusuma Wardhani, SpKFR (K)
  7. Dr. drg. Amilia J. Susanto, SpORT
  8. drg. Julieta Pancawati, SpORT
  9. drg. Marini Mihardjanti, SpORT
  10. dr. Andi Ade, SpAn (KAP)
  11. dr. Tri Juda Airlangga, SpTHT (K)
  12. dr. Elvie Zulka, SpTHT (K)
  13. dr. Irmia Kusumadewi, SpKJ (K)
  14. dr. Yoga Devaera, SpA (K)
  15. dr. Yulia Ariani, SpA

Fasilitas Pelayanan

  1. Poliklinik
  2. Poli Orthodonti
  3. Kamar Operasi
  4. Speech Therapist
  5. Feeding Assessment