Program Studi dipimpin oleh seorang Ketua Program Studi dan seorang Sekretaris Program Studi. Ketua Program Studi dan Sekretearis Program Studi dipilih dari dan oleh staf pengajar yang mengajar pada Program Studi Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik melalui rapat internal program studi, yang kemudian hasilnya dilaporkan kepada Kepala Departemen Medik Ilmu Bedah untuk dan diteruskan kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kemudian surat keputusan (SK) dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Secara struktural program studi Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik berada di bawah Kepala Departemen Medik Ilmu Bedah yang bertanggung jawab langsung kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Secara internal, ketua program studi dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh koordinator-koordinator yaitu: koordinator keuangan, koordinator pengabdian masyarakat, koordinator penelitian dan pengembangan, dan koordinator pendidikan bedah dasar.

Program Studi Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik memiliki 7 (tujuh) subdivisi, di antaranya adalah:

  1. Burn
  2. Wound and oncoplasty
  3. External genitalia
  4. Craniofacial
  5. Microsurgery
  6. Hand surgery
  7. Aesthetic

Setiap personil dalam struktur organisasi Program Studi Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik melakukan tugas-tugas seperti sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengembangan staf, pengawasan, pengarahan, representasi, dan penganggaran. Tugas-tugas pokok masing-masing personil tertuang dalam penjabaran berikut:

Ketua Program Studi:

  1. Bertanggung jawab penuh terhadap akreditasi program studi dengan indikator kerja:
    • Izin Prodi berlaku
    • SK Kurikulum yang teraktualisasi dengan Kolegium
    • Akreditasi BAN PT / kolegium
  2. Menyelenggarakan penerimaan peserta didik: tersedia SOP penerimaan peserta didik yang baku, transparan dan akuntabel, tertata jalur-jalur penerimaan reguler, khusus, 
tugas belajar dan asing mengacu PMB UI.
  3. Mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi dengan tersedianya perencanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi secara komprehensif meliputi penyempurnaan modul, koordinasi dengan bakor RS Jejaring, pelatihan dokter pendidik klinik, rapat koordinasi dll yang dianggap perlu (Implementasi kurikulum berbasis modul Lebih banyak modul yang di implementasikan di RS Jejaring, kapasitas program studi meningkat).
  4. Mengimplementasikan patient safety: pembelajaran patient safety untuk PPDS International Patient safety goal.
  5. Implementasi interprofesional learning dengan indikator kerja :
    • Terselenggaranya modul pembelajaran bersama untuk pendidikan berbagai profesi yang terintegrasi
  6. Menjaga efesiensi program studi dengan indikator kerja:
    • Lulus tepat waktu > 80 %
    • DO < 5 %
  7. Membuat strategi perluasan lahan pendidikan dengan indikator kerja :
    • 20-30% modul dilaksanakan di RS Jejaring Pendidikan di luar rumah sakit utama program studi, sesuai standar pendidikan masing-masing prodi dan standar pendidikan FKUI dibawah supervisi dokter pendidik klinik setempat dan dosen pengampu program studi terkait
    • Masing-masing RS Jejaring minimal dimanfaatkan oleh 6 program studi PPDSp-1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
    • 10-20% peserta program berada di luar RS utama program studi
  8. Melaksanakan internasionalisasi program studi dengan indikator kerja:
    • Kerjasama regional ataupun internasional dalam pengembangan kurikulum dan atau EHP
    • Program pertukaran peserta PPDSp-1 pengalaman belajar keluar negeri
  9. Bertanggung jawab terhadap administrasi pendidikan dengan indikator kerja :
    • Terlaksananya sistem administrasi pendidikan dan keuangan melalui sistim informasi terpadu, seperti: SIAK NG – SIAK BP, SIPEG, SIPKA
    • Mampu mengakses dan mampu menggunakan informasi untuk kepentingan semua proses pendidikan, evaluasi program serta EHP

Sekretaris Program Studi:

  1. Bertanggung jawab terhadap jalannya kurikulum yang ada dan digunakan oleh program studi secara nyata dengan indikator kerja:
    • Buku katalog / kurikulum yang digunakan
    • Buku standard Pendidikan
    • Buku standard Kompetensi
    • Implementasi Modul pada peserta didik sesuai dengan rotasi
    • Adanya buku acuan untuk masing-masing modul dan majoring
    • Panduan Peserta Didik yang terncantum pada logbook
    • Buku Pegangan Pelatihan
    • Buku “Log” yang selalu teraktualisasi oleh peserta didik
  2. Melakukan pendataan dan rekapitulasi terhadap evaluasi hasil pembelajaran peserta didik dengan indikator kerja:
    • Tersedia standar rancangan EHP komprehensif berbasis kompetensi sesuai standar kompetensi pendidikan
    • Evaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan tahap pembelajaran dan kompetensi akhir pendidikan terlaksana dan teradministrasikan dengan tertib dalam SIAK NG
  3. Mengimplementasikan Evidence Base Medicine: evidence base journal, evidence base practice, and evidence base case report.
  4. Internasionalisasi: kerjasama regional ataupun internasional dalam pengembangan kurikulum dan atau EHP Program pertukaran peserta PPDSp-1 pengalaman (bench marking dengan salah satu institusi terkemuka di regional atau internasional 10% peserta).
  5. Mengimplementasi kurikulum berbasis kompetensi dengan tersedianya perencanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi secara komprehensif meliputi penyempurnaan modul, koordinasi dengan bakor RS Jejaring, pelatihan dokter pendidik klinik, rapat koordinasi dll yang dianggap perlu.

Ketua program studi bersama dengan sekretaris program studi bekerjasama dalam hal:

  1. Penerimaan peserta didik dengan indikator kerja :
    • Tersedia SOP penerimaan peserta didik yang baku, transparan dan akuntabel
    • Tertata jalur penerimaan peserta didik
    • Terselenggaranya penerimaan peserta didik sesuai dengan SOP
  2. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi
    • Tersedianya perencanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi secara komprehensif meliputi penyempurnaan modul, koordinasi dengan bakor RS Jejaring, pelatihan dokter pendidik klinik, rapat koordinasi dll yang dianggap perlu
    • Implementasi kurikulum berbasis modul
    • Lebih banyak modul yang diimplementasikan di RS Jejaring
    • Kapasitas program studi meningkat

 

Koordinator Pengabdian Masyarakat

  1. Penyusunan rencana pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh staf dan peserta didik.
  2. Dalam situasi bencana alam, peserta didik dapat dikirim untuk pertolongan, berkoordinasi dengan rumah sakit dan pihak terkait.
  3. Melakukan tertib administrasi dalam hal perizinan pengabdian masyarakat, baik yang melibatkan staf maupun peserta didik

Koordinator Penelitian dan Pengembangan

  1. Melakukan pengelolaan, pengaturan, serta pendataan penulisan makalah dan karya akhir peserta didik yang terbagi dalam 4 kategori dengan pembagian sebagai berikut:
  • Tinjauan kepustakaan (dipresentasikan di institusi).
  • Laporan kasus (emergency + elektif) (dipresentasikan di forum nasional/internasional).
  • Laporan serial kasus (dipresentasikan di forum nasional/internasional).
  • Penelitian (dipresentasikan di forum nasional/internasional).
  1. Penyusunan rencana penelitian peserta didik dan staf yang diproyeksikan agar penelitian dapat dupublikasikan di jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional.

Koordinator Pendidikan Bedah Dasar

  1. Proses belajar mengajar:
  • Bed side teaching (di unit rawat inap)
  • Diskusi kasus dilaksanakan saat diskusi ilmiah yang dilaksanakan 2x/minggu pada masing-masing bidang pengembangan.
  • Diskusi ilmiah: Melakukan presentasi dengan pembacaan naskah ilmiah/journal reading/text book reading dilakukan sesuai jadwal masing-masing PPDS sesuai masing-masing jadwal materi persemester.
  • Presentasi tehnik operasi setiap akan melakukan jenis oeprasi bimbingan elektif untuk kasus tertentu.
  • Asisten bimbingan sebelum melakukan operasi bimbingan elektif diwajibkan mengikuti asistensi untuk setiap kasus.
  • Operasi bimbingan dilaksanakan setelah dinyatakan lulus pada saat presentasi teknik operasi oleh senior pembimbing dan dilaksanakan minimal 1 (satu) kali.
  • Operasi mandiri dilaksanakan untuk setiap kasus dengan pencapaian sejumlah kasus sesuai katalog yang berlaku.
  • Pembacaan proposal penelitian akhir, pembacaan hasil penelitian akhir

Sekretaris Bidang Akademik

  1. Menyeleksi semua surat masuk dan mendistribusikan sesuai tujuan surat.
  2. Menerima dan mencatat surat masuk.
  3. Memperbarui data mahasiswa dalam program access.
  4. Membuat jadwal tutorial PPDS Ilmu Bedah.
  5. Menyimpan semua berkas data peserta PPDS Ilmu Bedah.
  6. Mengurus absensi PPDS Ilmu Bedah.
  7. Membantu pelaksanaan ujian PPDS Ilmu Bedah.
  8. Membantu KPS/SPS dalam proses penyelenggaraan ujian seleksi penerimaan calon 
PPDS Ilmu Bedah.
  9. Mengikuti kegiatan laporan jaga PPDS Ilmu Bedah.
  10. Membuat laporan tahunan kegiatan pendidikan.

 

Tim Penjamin Mutu Akademik

  • Pada Aras Program Studi / Departemen, organ yang terlibat dalam MMA (manajemen Mutu Akademik adalah Pimpinan Program Studi / Departemen dan Tim Penjaminan Mutu Akademik FKUI).
  • Pimpinan Program Studi terdiri atas Ketua dan Sekretaris dan bertanggung jawab atas :
  1. Tersusunnya spesifikasi Program Studi.
  2. Terlaksananya proses pembelajaran yang bermutu sesuai dengan spesifikasi program studi.
  3. Terlaksananya evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran.
  4. Tindakan perbaikan proses pembelajar
  • Tim Penjaminan Mutu Akademik / Quality Management Representative adalah sebuah badan di tingkat Program Studi/Departemen yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proses penjaminan mutu akademik di Program Studi/Departemen dengan tanggung jawab :
  1. Standar Mutu Program Studi
  2. Kompetensi lulusan
  3. Karakteristik Program Studi
  4. Manual dan Prosedur Penjaminan Mutu Akademik Program Studi/ Departemen