Peran KPS

  1. Bertanggung jawab penuh terhadap akreditasi program studi dengan indikator kerja:

–Izin Prodi berlaku

–SK Kurikulum yang teraktualisasi dengan Kolegium

–Akreditasi BAN PT / kolegium

2. Menyelenggarakan penerimaan peserta didik: tersedia SOP penerimaan peserta didik yang baku, transparan dan akuntabel, tertata jalur-jalur penerimaan reguler, khusus, 
tugas belajar dan asing mengacu PMB UI.

3. Mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi dengan tersedianya perencanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi secara komprehensif meliputi penyempurnaan modul, koordinasi dengan bakor RS Jejaring, pelatihan dokter pendidik klinik, rapat koordinasi dll yang dianggap perlu (Implementasi kurikulum berbasis modul Lebih banyak modul yang di implementasikan di RS Jejaring, kapasitas program studi meningkat).

4. Mengimplementasikan patient safety: pembelajaran patient safety untuk PPDS International Patient safety goal.

5.Implementasi interprofesional learning dengan indikator kerja :

–Terselenggaranya modul pembelajaran bersama untuk pendidikan berbagai profesi yang terintegrasi

6. Menjaga efesiensi program studi dengan indikator kerja:

–Lulus tepat waktu > 80 %

–DO < 5 %

7. Membuat strategi perluasan lahan pendidikan dengan indikator kerja :

–20-30% modul dilaksanakan di RS Jejaring Pendidikan di luar rumah sakit utama program studi, sesuai standar pendidikan masing-masing prodi dan standar pendidikan FKUI dibawah supervisi dokter pendidik klinik setempat dan dosen pengampu program studi terkait

–Masing-masing RS Jejaring minimal dimanfaatkan oleh 6 program studi PPDSp-1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

–10-20% peserta program berada di luar RS utama program studi

8. Melaksanakan internasionalisasi program studi dengan indikator kerja:

–Kerjasama regional ataupun internasional dalam pengembangan kurikulum dan atau EHP

–Program pertukaran peserta PPDSp-1 pengalaman belajar keluar negeri

9. Bertanggung jawab terhadap administrasi pendidikan dengan indikator kerja :

–Terlaksananya sistem administrasi pendidikan dan keuangan melalui sistim informasi terpadu, seperti: SIAK NG – SIAK BP, SIPEG, SIPKA

–Mampu mengakses dan mampu menggunakan informasi untuk kepentingan semua proses pendidikan, evaluasi program serta EHP

Peran SPS

  1. Bertanggung jawab terhadap jalannya kurikulum yang ada dan digunakan oleh program studi secara nyata dengan indikator kerja:

–Buku katalog / kurikulum yang digunakan

–Buku standard Pendidikan

–Buku standard Kompetensi

–Implementasi Modul pada peserta didik sesuai dengan rotasi

–Adanya buku acuan untuk masing-masing modul dan majoring

–Panduan Peserta Didik yang terncantum pada logbook

–Buku Pegangan Pelatihan

–Buku “Log” yang selalu teraktualisasi oleh peserta didik

2. Melakukan pendataan dan rekapitulasi terhadap evaluasi hasil pembelajaran peserta didik dengan indikator kerja:

–Tersedia standar rancangan EHP komprehensif berbasis kompetensi sesuai standar kompetensi pendidikan

–Evaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan tahap pembelajaran dan kompetensi akhir pendidikan terlaksana dan teradministrasikan dengan tertib dalam SIAK NG

3. Mengimplementasikan Evidence Base Medicine: evidence base journal, evidence base practice, and evidence base case report.

4. Internasionalisasi: kerjasama regional ataupun internasional dalam pengembangan kurikulum dan atau EHP Program pertukaran peserta PPDSp-1 pengalaman (bench marking dengan salah satu institusi terkemuka di regional atau internasional 10% peserta).

5. Mengimplementasi kurikulum berbasis kompetensi dengan tersedianya perencanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi secara komprehensif meliputi penyempurnaan modul, koordinasi dengan bakor RS Jejaring, pelatihan dokter pendidik klinik, rapat koordinasi dll yang dianggap perlu.

 

KPS bekerja sama dengan SPS

  1. Penerimaan peserta didik dengan indikator kerja :

–Tersedia SOP penerimaan peserta didik yang baku, transparan dan akuntabel

–Tertata jalur penerimaan peserta didik

–Terselenggaranya penerimaan peserta didik sesuai dengan SOP

2. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi

–Tersedianya perencanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi secara komprehensif meliputi penyempurnaan modul, koordinasi dengan bakor RS Jejaring, pelatihan dokter pendidik klinik, rapat koordinasi dll yang dianggap perlu

–Implementasi kurikulum berbasis modul

–Lebih banyak modul yang diimplementasikan di RS Jejaring

–Kapasitas program studi meningkat