Kurikulum Program Studi Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia disusun berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dan Silabus dan Kurikulum Nasional Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi Indonesia 2015. Semua kompetensi yang harus dicapai selama pendidikan dibagi pada ketujuh majoring dengan tahapan-tahapan yang sesuai selama proses pendidikan, yakni: pengayaan, magang, dan mandiri.

Proses belajar mengajar berdasarkan visi dan misi, dilaksanakan melalui kegiatan kuliah interaktif atau tutorial, diskusi kelompok, praktikum, kursus keterampilan dasar, refleksi kasus dan diskusi, bedside teaching dan ronde, kerja ruang rawat, poli dan kamar operasi, telaah kritis jurnal dan diskusi topik, bimbingan dan laporan operasi, laporan kematian, penatalaksanaan mandiri, bimbingan proposal dan tesis, serta ujian akhir rotasi. Semua peserta didik juga diwajibkan untuk membuat karya ilmiah minimal 4 (empat) karya ilmiah. Selama proses pembuatan karya ilmiah, peserta didik didampingi oleh staf pengajar sebagai pembimbing dan juga seorang pakar statistik yang ditunjuk Departmen Medik Ilmu Bedah. Karya ilmiah tersebut diwajibkan unutk dipresentasikan pada pertemuan ilmiah dan forum kedokteran baik nasional maupun internasional ataupun dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional ataupun internasional.

Sebelum memulai kegiatan klinis dan berinteraksi dengan pasien pada semester 2 peserta didik diberikan orientasi pengenalan Fakultas dan Rumah Sakit yang diselenggarakan oleh FKUI dan RSCM. Peserta didik juga diikutsertakan pada kegiatan seminar/simposium atau pelatihan yang dilaksanakan oleh FKUI/RSCM, maupun acara-acara terkait majoring yang terdapat dalam Program Studi Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik yang berguna untuk mendukung proses belajar mengajar.

Pada semester VII dan VIII, peserta didik diberikan kesempatan untuk mendapatkan jadwal rotasi elektif pada RS jejaring selama 2 bulan, yatu RS Hasan Sadikin Bandung dan RS Gatot Subroto yang bertujuan untuk menambah variasi kasus dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya. Dalam kegiatan rotasi, penanggung jawab di RS jejaring akan memberikan penilaian baik kognitif, motorik maupun afektif. Rotasi elektif juga dapat dilakukan di luar negeri sesuai dengan kesepakatan kerjasama yang dibuat oleh program studi dengan instansi setempat seperti ke Belanda, Perancis, Jepang, Amerika Serikat, Swedia, Kanada, dan Singapore

Selain itu, untuk meningkatkan mutu keterampilan dasar, peserta didik dikirim untuk mengikuti kursus dari kolegium Ilmu Bedah untuk mendapatkan pelatihan Basic Surgical Skill dan Perioperative, dari Kolegium Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik untuk mendapatkan pelatihan Emergency Management of Severe Burn Injury, serta dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang dikembangkan melalui pelatihan di ICTEC RSCM berupa Basic Plastic Surgery Skill dan Basic Micro Surgical Course, pelatihan Basic Craniofacial Workshop, dan diseksi Flap pada Cadaver.

Untuk menyelesaikan seluruh kurikulum dengan tepat waktu diperlukan 148 SKS selama 10 semester. Dengan waktu tersebut diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan modul yang ditetapkan oleh kolegium yang tercatat dengan baik dalam logbook peserta didik.

Lama studi maksimal: N+1/2N (15 semester)