Tatacara Pengambilan Cuti

Persyaratan cuti :

  1. Peserta didik diperkenankan tidak hadir karena cuti atau izin, maksimal selama 3 (tiga) hari kerja dalam satu stase satu bulan. Bila lebih dari ketentuan, diharuskan mengulang stase
  2. Peserta didik diperkenankan tidak hadir karena cuti atau izin, maksimal selama 5 (lima) hari kerja dalam satu stase dua bulan. Bila lebih dari ketentuan, diharuskan mengulang stase
  3. Peserta didik diperkenankan tidak hadir dikarenakan cuti atau izin maksimal selama 12 hari kerja dalam 1 (satu) tahun
  4. Peserta didik baru diperkenankan mengambil cuti paling sedikit setelah 6 (enam) bulan mengikuti pendidikan bedah plastik
  5. Peserta didik yang mengambil cuti, harus mengisi formulir cuti yang telah tersedia di sekretariat Ilmu Bedah Plastik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  6. Permohonan cuti harus mendapat izin dari konsulen stase dan harus disetujui oleh KPS/PJ KPS Ilmu Bedah Plastik
  7. Permohonan cuti diajukan selambat-lambatnya tanggal 20 satu bulan sebelum cuti yang dikehendaki
  8. Pada saat stase di suatu unit kerja tidak diperbolehkan cuti lebih dari 1 (satu) residen, kecuali hal khusus yang akan ditetapkan nanti oleh KPS dan disetujui dalam rapat staf Ilmu Bedah Plastik FKUI
  9. Bentuk cuti khusus dan konsekuensinya terhadap pendidikan akan diatur oleh KPS dan disetujui dalam rapat staf Ilmu Bedah Plastik

Batasan 

Cuti akademik adalah hak peserta didik (PPDS I) untuk berhenti sementara dari kegiatan akademik karena alasan dan untuk jangka waktu tertentu dengan tetap memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan atau Program Studi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik.

Lama Cuti Akademik 

i. Sekurang – kurangnya 3 bulan dan selama – lamanya 6 bulan.

ii. Untuk cuti akademik kurang dari 3 bulan, tidak diatur dalam ketentuan ini, cukup persetujuan KPS dan Ketua Departemen saja, tetapi harus tetap memperhatikan ketentuan pemerintah tentang hak cuti PNS. KPS cukup melaporkan ke Bakordik untuk pendataan. Yang termasuk dalam kategori ini misalnya karena : Sakit Berat, melahirkan, dan alasan lain yang disetujui KPS.

Prosedur Pengajuan 

i. Permohonan dari peserta PPDS I kepada KPS dengan tembusan kepada Ketua Departemen dan Bakordik

ii. Bila disetujui KPS, kemudian diteruskan ke Bakordik dengan menyebutkan: kapan dan berapa lama cuti akademik yang disetujui dan kriteria tambahan

iii. Bakordik atas nama Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan persetujuan dan memberitahukan kepada pihak terkait antara lain ke Ka. Sub. Bag. Kepegawaian RSUPN dr Cipto-Mangunkusumo bila PPDS I yang bersangkutan berinduk Depkes (untuk proses Cuti Besar / Cuti diluar tanggungan negara)

Hak Cuti Akademik 

Seorang peserta PPDS I memiliki hak cuti akademik maksimal 1 kali selama masa pendidikan dan tidak boleh pada tahun pertama pendidikan, dengan catatan : masa cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa toleransi batas maksimal keterlambatan pendidikan (sesuai dengan batas toleransi keterlambatan masa pendidikan 2n-1)

Larangan Pengambilan Cuti

Tidak dibenarkan untuk mengambil cuti pada tahun pertama pendidikan, Chief Resident dan pada stase pekerjaan di Unit Luka Bakar

Tatacara Pengambilan Izin

IZIN

Izin bisa dilakukan untuk kepentingan akademik atau non akademik, berdasarkan persetujuan KPS atau SPS, diajukan secara tertulis.

  • Akademik : ATLS, BSS, PIT, Microsurgery Course Singapore
  • Non akademik : sakit, keperluan keluarga, kawin
  • Izin > 5 hari kerja – mengulang 1 stase

ABSENSI

Semua peserta PPDS I diwajibkan untuk mengisi daftar hadir yang ada di sekretariat Divisi Bedah Plastik, pagi dan siang. Pagi daftar hadir akan berada antara pukul 07.00 – 08.00, siang hari pukul 15.00. Daftar hadir juga diadakan pada acara rutin yang diadakan. Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, daftar ditarik 30 menit setelah acara dimulai. PPDS I yang mangkir tanpa alasan akan dikenakan sanksi.

Persyaratan Izin 

  1. Izin di luar cuti paling banyak 5 (lima) kali dalam masa pendidikan, tergantung alasan yang diajukan dan maksimal 1 kali izin 5 (lima) hari kerja.
  2. Izin untuk mengikuti pertemuan ilmiah nasional dan internasional merupakan kebijaksanaan KPS Ilmu Bedah Plastik.
  3. Izin dilakukan dengan mengisi formulir yang tersedia dan harus mendapat persetujuan dari konsulen stase yang sedang dilewati.
  4. Residen tugas luar tidak diperbolehkan izin kecuali hal yang sangat penting